Blog

Jadwal Tahapan Pilkada serentak 2017

jadwal pilkada serentak 2017Berdasarkan surat PKPU Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan  pilkada serentak 2017 yang diikuti oleh 7 Provinsi, 18 Kota dan 76 Kabupaten , dan Yang paling banyak pilkada serentak 2017 adalah di Provinsi Aceh, Selain Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh juga di ikuti Pilkada Pemilihan 20 bupati dan Walikota se provinsi Aceh, dan termasuk yang terbanyak. Untuk pilkada Aceh selenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebutan khusus untuk KPU Aceh. Untuk jadwal dan tahapan pilkada Aceh 2017 secara serentak sudah di mulai, dengan di buka pendafataran bagi calon kepala daerah jalur perorangan atau Independent.

Berikut tahapan Pilkada Serentak Aceh 2017:

3-7 Agustus 2016 – Penyerahan syarat dukungan cagub cawagub jalur perseorangan.

3–12 Agustus 2016 – Perhitungan jumlah minimal dukungan, sebaran dan analisa berkas dukungan calon perseorangan.

11–18 September 2016 – Pengumuman pendaftaran pasangan calon.

21–21 September 2016 – Pendaftaran pasangan calon.

21–27 September 2016 – Pengumuman dokumen syarat pasangan calon di laman resmi KIP.

21–25 September 2016 – Pemeriksaan kesehatan pasangan calon.

21–27 September 2016 – Uji kemampuan baca Alquran bagi pasangan calon.

29 September – 1 Oktober 2016 – Perbaikan syarat calon.

8–21 Oktober 2016 – Penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran data.

22 Oktober 2016 – Penetapan pasangan calon

23 Oktober 2016 – Pengundian Nomor Urut Kandidat.

Selain Aceh Pilkada serentak 2017 juga di ikuti oleh Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Papua barat di sertai dengan 15 Pilkada pemilihan bupati dan walikota papua, Sebelas kabupaten kota di Provinsi Papua, yakni Nduga, Lani Jaya, Sarmi, Mappi, Tolikara, Kep Yapen, Jayapura, Intan Jaya, Puncakjaya, Dogiyai, dan Kota Jayapura. Sementara di Papua Barat empat kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada adalah Kota Sorong, Tambarauw, Maybrat, dan Kab Sorong. Jadwal da tahapan pilkada serentak 2017 Papua juga sudah dimulai dengan dilakukan pendaftaran untuk jalur Independent atau perorangan non partai.

Khusus dalam pemilihan Gubernur menurut keputusan KPU (Kepala Pemilihan Umum) Provinsi Papua Barat No 25/KPTS/KPU PROV-032/V/2016 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggara pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Papua Barat tahun 2017. Mengakomodir UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, dimana dalam keputusan tersebut pada tahapan sebelum KPU Prov. menetapkan calon Gubernur, pasangan calon diajukan ke MRPB melalui DPRPB untuk mendapatkan pertimbangan Majelis Rakyat Papua (MRPB) terhadap orang asli Papua untuk mendapatkan rekomendasi.

pilkada serentak 2017

Tahapan Jadwal Pilkada serentak 2017 secara Nasional adalah sebagai Berikut :

– Pengumuman penyerahan syarat dukungan calon (perseorangan) 20 Juli-2 Agustus 2016
– Pengumuman penyerahan syarat dukungan (perseorangan) 20 juli 2016-2 Agustus 2016
– Pendaftaran Pasangan Calon pada 19 September-21 September 2016
– Pemeriksaan Kesehatan 19 September-25 September 2016
– Penetapan Pasangan Calon 22 Oktober 2016
Pengundian dan Pengumuman nomor urut pasangan calon 23 Oktober 2016
– Kampanye 26 Oktober 2016 – 11 Februari 2017
– Masa Tenang 12 Februari- 14 Februari 2017
– 15 Februari 2017 hari Pencoblosan
– Penetapan Pasangan Calon Terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan calon bupati dan wakil bupati / Calon Walikota dan Wakil Wali Kota 8 Maret 2017-10 Maret 2017

Pada saat ini Calon Gubernur dan calon Bupati atau Calon Walikota masih disibukan dengan mencari dukungan baik, dukungan partai ataupun dukungan masyarakat termasuk mencari dukungan tokoh-tokoh masyarakat, membangun komunikasi dan menggerakan simpul-simpul pendukung untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat secara luas. ada beberapa hal yang dilupakan oleh calon Gubernur, calon bupati, atau calon walikota, mempersiapkan sejak dini mesin suara, dalam mengikuti tahapan pilkada. ya karena kemenagan dalam pilkada kuncinya adalah meraih suara terbanyak, bukan banyaknya pendukung partai ataupun KTP.

 

Oleh karenanya sangat penting bagi calon kepala daerah memiliki Tim sukses yang dapat di percaya dan mampu bekerja, pada umumnya pembentukan TIM sukses ini baru terbentuk setelah ada kesepakatan dukungan partai, dan kekompakan Tim sukses yang terbentuk dari koalisi antar partai ini sangat rentan yang namanya pecah, tidak kompak, sehingga tujuan utama untuk mendapatkan suara terbanyak tidak tercapai. Maka calon kepala daerah harus memiliki Tim sukses tersendiri, yang memastikan jalan menuju kemenangan bisa tercapai, berjalan sesuai yang dikehendaki.

Beberapa fakta dan data Calon Gubernur, Calon Bupati dan Calon Walikota yang gagal meraih suara terbanyak, meskipun di dukung oleh Mesin Partai dengan raihan suara terbanyak pada Pileg (pemilu legislatif). Berikut kami sampaikan data pilkada 2015

hasil pilkada sulut 2015

Calon Gubernur Kalah, walaupun didukung banyak partai

quick count pilkada

Walaupun didukung 2 Partai, bisa meraih kemenangan.

disinilah pentingnya calon Gubernur, calon bupati, dan calon walikota memiliki Tim sukses tersendiri. tidak hanya cukup memiliki Tim sendiri, tetapi juga wajib memiliki aplikasi pilkada yang dapat mengontrol kinerja tim sukses, data pemilih, data simpatisan, data relawan, serta aplikasi broadcast sms untuk kampanye melalui sms, serta koordinasi melalui sms, memudahkan untuk memvalidasi dukungan yang di himpun tim sukse.

Jadwal dan tahapan pilkada mulai dari pendaftaran dan sampai pada pencoblosan dan penetapan calon harus dikuti dan dikawal dengan aplikasi yang mampu untuk menghantar pada kemenangan. Aretakomunika sudah berpengalaman dalam mengawal pilkada

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *